Pages

Tampilkan postingan dengan label jenis pupuk dan fungsinya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenis pupuk dan fungsinya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 September 2016

PUPUK ANORGANIK

PUPUK  ANORGANIK 
Secara umum ada dua jenis pupuk anorganik yang tersedia di pasaran :


1. PUPUK TUNGGAL : Pupuk yang dibuat dari satu unsur secara dominan.
Contohnya : Urea yang mengandung N, TSP atau SP 36 dengan P, dan KCl atau ZK dengan unsur K yang dominan.

2. PUPUK MAJEMUK  : Pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur.
Contoh : pupuk DAP dan Amofos yang terbuat dari N dan P. Pupuk majemuk juga bisa tersusun dari 3 unsur. Sebut juga Rustika Yellow dan Mutiara. Kedua pupuk itu dilengkapi dengan kandungan N, P, dan K. Produsen pupuk biasanya juga menambahkan unsur-unsur mikro seperti Fe, B, Mo, Mn, dan Cu.

Agar praktis, pekebun biasanya memakai pupuk mejemuk. Umumnya di pasaran beredar pupuk dengan kandungan utama Nitrogen, fosfor, dan kalium dengan berbagai perbandingan. Besar kecilnya perbandingan itu dicantumkan di label kemasan. Tulisan 20;10;10 artinya kandungan nitrogen paling tinggi sehingga tepat digunakan untuk masa pertumbuhan.
sumber:http://blog-ahfa.blogspot.co.id/2013/01/macam-macam-pupuk-organik-dan-anorganik.html

A. Pupuk Alam (Pupuk Organik)

A. Pupuk Alam (Pupuk Organik)
Keuntungan menggunakan pupuk organik adalah dapat memperbaiki struktur dan tekstur tanah, serta memperbesar kapasitas menahan air. Selain itu pupuk organik juga bermanfaat menambah persediaan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman.

1. Pupuk Kandang
Pupuk kandang adalah pupuk yang diperoleh dari kotoran hewan piaraan seperti sapi, kambing, kerbau, ayam, kuda dan babi. Hewan piaraan ini menghasilkan pupuk kandang yang berbeda-beda kandungan unsur haranya, tergantung makanan yang diberikan pada hewan itu. Misalnya, kalau makanan yang diberikan banyak mengandung nitrogen, maka kotoran yang dihasilkan juga banyak mengandung nitrogen.
 
  2. Kompos
jenis pupuk dan kegunaannya, jenis pupuk untuk tanaman hias, jenis pupuk untuk anggrek, jenis pupuk yang mengandung fosfor, jenis pupuk organik, jenis pupuk organik cair, jenis pupuk kompos, jenis pupuk npkKompos adalah pupuk organik yang diperoleh dari hasil pelapukan berbagai bahan nabati, seperti daun-daunan, jerami, alang-alang/rumput, dedak, kotoran hewan dan sampah. Kandungan hara dalam kompos sangat bervariasi, tergantung bahan yang di komposkan, cara pengomposan dan penyimpanannya. Tetapi yang menonjol dari kompos ini adalah kadar organiknya yang tinggi.
Bagaimana memilih kompos yang baik ? Dilihat dari penampilannya sulit dibedakan, mana kompos yang baik atau kurang baik. Yang pasti, kompos yang penguraiannya telah berhenti (sudah 2,5 bulan) butirannya halus, dan berwarna cokelat kehitaman adalah kompos yang siap digunakan.

3. Pupuk Hijau
Pupuk organik ini berasal dari tanaman atau bagian tanaman yang masih segar, yang dibenamkan ke dalam tanah untuk menambah bahan-bahan organik dan unsur hara dalam tanah, terutama nitrogen. Pupuk hijau mampu mengikat N dari udara bebas, kalau ia berasa dari tanaman leguminosae (berbuah polong atau berbunga kupu-kupu). Pengikatan N ini dilakukan oleh bakteri Rhizobium legumisum yang banyak terdapat pada bintil akar tanaman berbuah polong itu.
Namun penambahan pupuk hijau kepada tanah yang sudah banyak mengandung nitrogen, tidak akan banyak berguna. Baru bila tanah benar-benar kekurangan N, pemberian itu sangat bermanfaat untuk kesuburannya. Beberapa keuntungan penggunaan pupuk hijau ialah memperkaya tanah dengan humus atau bahan organik, memberi pengaruh baik terhadap kehidupan jasad renik dalam tanah. Selain itu ia dapat pula mengembalikan unsur hara yang tercuci, dan menambah unsur N serta unsur-unsur lainnya.

Jenis Pupuk dan Fungsinya

Jenis Pupuk dan Fungsinya 
1. SP 36





merupakan pupuk fosfat yang berasal dari batuan fosfat yang ditambang.Kandungan 
unsur haranya dalam bentuk P2O5( phospat) adalah 36 %.Artinya setiap 100 kg SP36
didalamnya terkandung 36 kg unsur hara P dalam bentuk P2O5(Phospat).

2. Pupuk NPK


Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang 
mengandung unsur hara utama nitrogenfosfor, dan kalium.[1] Pupuk 
NPK merupakan salah satu jenis pupuk majemuk yang paling umum digunakan.
Fungsi setiap komponen
Ketiga unsur dalam pupuk NPK membantu pertumbuhan tanaman dalam tiga 
cara. Penjelasan singkatnya adalah sebagai berikut:
· N – nitrogen: membantu pertumbuhan vegetatif, terutama daun[2]
· P – fosfor: membantu pertumbuhan akar dan tunas
· K – kalium: membantu pembungaan dan pembuahan
Pemeringkatan NPK
Pemeringkatan NPK (NPK rating) digunakan untuk memberikan label pada 
pupuk berdasarkan pada kadar relatif dari komposisi nitrogen, kalium, 
dan fosfornya. Nilai N adalah persentase unsur nitrogen berdasarkan 
berat dari pupuk. Nilai P dan K mewakili bentuk oksidanya dalam bentuk 
P2O5 dan K2O.[3]
Metode pengubahan nilai NPK menjadi komposisi aktual
Faktor untuk mengubah nilai P2O5 dan K2O menjadi P dan K dalam bentuk 
unsur adalah sebagai berikut:
· P2O5 terdiri dari 56.4% oksigen dan 43.6% fosfor dalam bentuk unsur. 
Persentasi (fraksi massa) dari unsur fosfor adalah 43.6% sehingga jumlah
 unsur P adalah, P = 0.436 x P2O5
· K2O terdiri dari 17% oksigen dan 83% kalium dalam bentuk unsur. 
Persentasi (fraksi massa) dari unsur kalium adalah 83% sehingga jumlah 
unsur K adalah, K = 0.83 x K2O
· Nilai nitrogen sudah mewakili kadar nitrogen sehingga angkanya tidak 
perlu dikonversi
Menggunakan faktr konversi ini, dapat ditentukan bahwa pupuk dengan 
penomoran 18−51−20 mengandung:
· 18% nitrogen
· 22% fosfor, dan
· 17% kalium
Nilai NPK dari berbagai jenis bahan campuran pupuk NPK
Nilai NPK untuk berbagai jenis bahan buatan:[4]
· 15-00-00 Kalsium nitrat
· 21-00-00 Ammonium sulfat
· 30-00-00 hingga 40-00-00 Urea berlapis sulfur (slow release)[5]
· 31-00-00 Isobutilidena diurea (slow release)[5]
· 33-00-00 hingga 34-00-00 Ammonium nitrat
· 35-00-00 Urea (slow release, terkadang dalam wujud ureaformaldehida) 
[5]
· 40-00-00 Metilena urea (slow release)[5]
· 46-00-00 Urea
· 82-00-00 Anhydrous ammonia
· 10-34-00 hingga 11-37-00 Ammonium polifosfat
· 11-48-00 hingga 11-55-00 Monoammonium fosfat
· 18-46-00 hingga 21-54-00 Diammonium fosfat
· 13-00-44 Potassium nitrat
· 00-17-00 hingga 00-22-00 Superfosfat (Monokalsium fosfat monohidrat 
dengan gipsum)
· 00-44-00 hingga 00-52-00 Triple superfosfat (Monokalsium fosfat 
monohidrat)
Nilai NPK untuk bahan mineral:
· 11-08-02 hingga 16-12-03 guani
· 00-3-00 hingga 00-8-00 batu fosfat (menjadi 00-34-00 jika dalam 
bentuk dapat dilarutkan)
· 00-00-22 Kalium magnesium sulfat
· 00-00-60 Kalium klorida
Nilai NPK untuk bahan biosolid
· 01-00-00 kotoran sapi dari peternakan susu
· 01-00-01 kotoran kuda
· 03-02-02 kotoran unggas
· 04-12-00 makanan tulang
· 05-05-06 tulang dan darah ikan 
· 06-02-00 milorganit
 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates