Pages

Tampilkan postingan dengan label cara budidaya tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara budidaya tanaman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2016

Cara Budidaya Semangka Secara Hidroponik

Cara Budidaya Semangka Secara Hidroponik 
Tanaman semangka memanglah  sudah banyak di kenali masyarakat secara luas, dalam penanaman semangka banyak sekali yang menggunakan media tanah untuk melakukan penanaman tanaman ini. Namun, seiring dengan perkembangan jaman ada beberapa masyarakat membuktikan menanam dan membudidayakan tanaman ini menggunakan media tanam dari air atau yang di sebut Hidroponik.
Tanaman hidroponik membuat para petani lebih mudah untuk melakukan pemeliharaan, perwaratan dan juga pengendalian hama dan penyakit. Jika para patani atau masyarakat belum mengatahui cara menanam atau membudidayakan tanaman secara hidroponik. Perhatikan ulasan berikut cara membudidayakan tanaman semangka secara hidroponik dengan mudah.

1.Pemilihan bibit

Langkah pertama lakukan pemilihan bibit, dengan membeli di sebuah toko terdekat. Benih atau bibit yang di pilih mengkilap, permukaan licin, berwarna kehitaman, bebas dari hama dan penyakit, serta juga normal ( tidak cacat ). Sebelum tanam sebaiknya lakukan perendaman terlebih dahulu kedalam larutan fungisida selama 24 jama atau lebih.

2.Pengelolahan media tanam

Dalam pengelolahan media tanam ini sangat berbeda dari sebelumnya. Yaitu dengan mempersiapkan alat dan bahan dahulu berupa timer, pipa paralon, torn penampung air, mesim pompa akuarium, gabus atau busa dan talang air. Setelah itu lakukan persemaian tanaman yang sudah di rendam dengan larutan tersebut. Lalu lakukan persemaian, berikut langkah-langkah persemaian
  • Setelah melakukan hal diatas, selanjutnya persiapan media persemaian dengan mempersiapkan kertas kartun atau lainnya dan juga kapas atau gabus yang sudah di basahi.
  • Setelah itu lakukan perendaman bibit kembali dengan larutan antonik atau fungisida 2-4 jam.
  • Setelah itu lakukan persemain di dalam media tanah polibahg atau pot dan semacamnya. Kemudian lakukan pemeliharaan beberapa hari hingga mengeluarkan kecambah atau akr kecil.
  • Setelah sudah mulai tumbuh akar kecambah sebaiknya lakukan pemindahan dengan bantuan abu sekam bertujuan agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman semangkin cepat. Dan lakukan pemeliharaan hingga tanaman mulai membesar dan memiliki akar yang sangat banyak.
  • Lakukan pemupukan dan pemberiaan nutrisi pada tanaman, hingga 1-2 minggu baru bisa di lakukan ke media tanam atau hidroponik.

3.Penanaman Tanaman

Penaman ini harus di lakukan dengan hati-hati tanpa merusak bagian dari tanaman. Karena tanaman semangka sangat sensitif atau lebih rentan terhadap sentuhan yang sangat keras. Untuk menanam tanaman semangka yang baik perhatikan langkah-langkah berikut ini.
  • Setelah tanaman sudah memiliki daun 3-4 helai dan juga akar yang sudah sangat banyak lakukan pemindahan langsung ke media tanam hidroponik.
  • Saat melakukan penanaman sebaiknya melakukan aliran automatis pemberiaan nutrisi yang sudah di tata rapi dan tersusun dengan timer. Waktu pemberiaan ini sebaikya di lakukan dengan teratur.
  • Dalam pembuatan hidroponik ini bisa di gunakan dengan pipa paralon, dengan cara membuat lubang bulat pada ukuran panajn 3-5 cm. lalu menutup ujung likiri atau kanan dengan plastik dan menggunakan media air yang sudah di campur dengan nutrisi atau pupuk cair.
  • Dan juga menggunakan media pot tanpa di sertai dengan lubang sedikit pun, abu sekam  dan juga pemberiaan pompa akuarium bertujuan agar media air ini dapat berjalan dengan lancar.
  • Setelah itu pemberiaan lakukan pemeliharaan dengan baik dan juga teratur.

4.Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan tanaman semangka dengan media hidroponik sangat tergolong mudah yaitu dengan memperhatikan media air tetap steril dari hama dan penyakit, melakukan penyiangan gulma di sekitar tanaman semangka, dan pemupukan susulan sangatlah di perlukan untuk pertumbuhan tanaman dengan menggunakan pupuk cair berupa urea cair, pupuk kompos cair dan lainnya yang dapat di cairkan sesuai dengan takaran atau dosis.

5.Pemanenan tanaman

Pemanen tanaman semangka sama seperti tanaman semangka pada umumnya yaitu sekitar 2-3 bulan setelah masa tanam. Pemanen ini di lakukan dengan cara memetik langsung atau dengan memotong tangkai buah. Buah yang sudah layak panen dapat di tandai dengan tangkai sudah menguning, buah sudah membesar dan kembung bila kita ketuk.

Senin, 12 September 2016

Cara Penanaman Sawi dalam Polibag

Cara Penanaman Sawi dalam Polibag


Sawi adalah tanaman yang pasti sangat sering kita jumpai di dapur karena sayur yang satu ini disenangi oleh banyak orang dan dapat diolah serta dikombinasikan dengan makanan yang lainnya. Kali ini saya akan mencoba memebrikan informasi bagaimana cara agar anda dapat mencukupi kebutuhan sawi rumah tangga anda tanpa harus beli di pasar.

Sawi dapat ditanam di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Akan tetapi, umumnya sawi diusahakan di dataran rendah, yaitu di pekarangan, di ladang, di polibek atau di sawah, jarang diusahakan di daerah pegunungan. Sawi termasuk tanaman sayuran yang tahan hujan. Sehingga ia dapat ditanam di sepanjang tahun, asalkan pada saat musim kemarau disediakan air yang cukup untuk penyiraman. Keadaan tanah yang dikehendaki adalah tanah gembur, banyak mengandung humus.

Adapun cara budidaya sawit dalam polibag adalah :

A.Persemaian sawi

1. Siapkan polibag dengan ukuran diameter 15 cm atau kurang
2. isi polibag dengan tanah humus atau sub soil. akan lebih baik jika menggunakan kompos
3. Semaikan biji sawi di dalam satu polibag
Benih sawi yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Biji sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapangan
4. lalukan penyiraman setiap hari yaitu pagi dan sore hari.
Bibit sawi dapat ditanam setelah berumur 3 - 4 minggu setelah penyemaian biji sawi

B.Penanaman sawi
1. Siapkan polibag dengan ukuran diameter 15 cm atau kurang
2. isi polibag dengan tanah humus atau sub soil. Akan lebih baik jika menggunakan kompos
3. Cabut bibit sawi dari persemaian, hari - hati karena akar tidak boleh putus.
4. Gali Lobang dengan Jari kemudian tanam bibit sawi. Dalam satu polibag dapat ditanam 3-5 bibit sawit
5. lalukan penyiraman setiap hari yaitu pagi dan sore hari
6. Setiap minggu berikan kompos sebagai pupuk organik

C.Panen Sawi
Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama.

Untuk menjaga ketersediaan sawi anda dapat melakukan penanaman sawi dengan selang waktu seminggu sekali sebanyak 5 - 10 polibag.

Read more at http://oyekmbah.blogspot.com/2012/11/cara-menanam-sawi-di-polibag.html#iluqAxCrkFl4ks2L.99

sumber:http://oyekmbah.blogspot.co.id/2012/11/cara-menanam-sawi-di-polibag.html

CARA BUDIDAYA CABE RAWIT

CARA BUDIDAYA CABE RAWIT


cabai rawit adalah termasuk bahan bumbu utama dalam memasak. Cabai rawit ini banyak permintaannya, selain itu harganya juga mahal. Sehingga ketika usaha cabai rawit ini ditekuni maka akan mendapatkan keuntungan yang besar, karena dalam menanam cabai rawit yang benar maka akan menghasilkan buah yang memuaskan.

Saya yakin kita semua pernah meliha cabai rawit dan memakannya . bagi kita yang biasa memakan makanan dengan sambal cabai , rasanya belum lengkap apa bila tidak dilenkapi dengan sambal cabai. Oleh karena itu cabai tidak dapat dipisah kan dengan kehidupan sehari – hari karena hamper semua jenis masakan yang kita makan menggunakan bumbu cabi besar atau cabai rawit .

Jenis cabai rawi yang sering diusahakan adalah sebagai berikut :

1. cabai kecil atau cabai jemprit
buahnya kecil dan pendek , lebih pedas dibandingka Janis cabai lainnya.

2. cabai putih atau cabai domba
buahnya lebihbesar dari cabai jemprit atau cabai celepik , dan rasanya kurang enak.

3. cabai celepik
buahnyalebih besar dari pada cabai jemprit dan lebih keci dari cabai domba. Rasanya tidak sepedas cabai jemprit . sewakti muda berwarna hijau setelah masak berwarna merah cerah .

BERCOCOK TANAM
Pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik dan hasil produksinya tinggi merupakan dambaan dan harapan kita semua . untuk mencapai tahapan tersebut kita harus melakukan kegiatan bercocok tanam cabai rawit yang menggunakan tahapan – tahapan sebagai berikut:

1. pengolahan tanah
dapat dilakukan membajak atau mencangkul sedalam 25 – 30 cm hingga tanah menjadi gembur . setelah itu biarkan 7 – 14 hari untuk mendapatkan sinar matahari
- pembuatan bedeng
• lebar bedeng 100 – 120 cm
• tinggi bedeng 20 – 30 cm
• jarak antara bedeng dengan bedeng lainnya 30 – 45 cm . arah bedeng memanjang ke utara selatan .
- syarat pupuk kandang yang baik adalah
• tidak berbau
• tidak panas
• berwarna kehitam hitaman , dan
• benar – benar sudah matang
- jarak tanaman cabai rawit sebagai berikut
• 50 x 100 cm
• 60 x 70 cm
• 50 x 90 cm
- cara pembuata jarak tanaman
a. pasang tali kenca ( pelurus ) sejajar dengan panjang bedeng , kira – kira 10 cm dari tepi bedeng
b. ukur jarak tanaman yang diinginkan pada sepanjang tali kencana tersebut
c. buat lubang tanaman sesuai dengan jarak tanaman tersebut , kemudian beri pupuk besar
• pupuk kandang = 1 kg / lubang
• pupuk urea =
• pupuk TSP =
• pupuk KCI =
d. campurkan ketiga pupuk buatan hinga rata dan masukan pada setiap lubang yang telah dibuat

2.pesemaian
pesemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit
tanaman atau calon tanaman yang baik . adapun tahapan pesemaian adalah sebagai berikut :
a. membuat bedeng atau tempat pesemaian , ukuran bedeng pesemaian sebagai berikut
• lebar bedeng 1 – 1,2 m
• panjang bedeng 3 – 5 m
• tingi bedeng 15 – 20 cm

b. penyemaian benih
kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antar
300 – 500 benih . sebelum benih disemai atau ditabur , tempat pesemaian disiram merata . beberapa cara menyemai benih cabai rawit sebagai berikut :
– semai bebas atau ditabur merata
– semai dalam baris
– semai berkelompok

3. penanaman
bibit tanaman cabai rawit yang telah berumur 1 bulan segera ditanam . penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu
ciri – cirri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut :
• telah berumur satu bulan
• tidak terserang hama dan penyakit
• pertumbuhan tanaman seragam
cara penanaman
• siram bibit yang akan ditanam
• pilih bibit yangakan ditanam
• lepaskan bumbung atau pelastik dari bibit
• padatkan tanah disekeliling tanaman bibit yang telah dimasukan kelubang agar tidak rebah

4. pemeliharaan tanaman

a. penyiraman
penyiraman dilakukan 2 kali sehari atau di sesuaikan dengan keadaan tanah .

b. penyiangan
rumpu liar yang tumbuh disekita tanaman harus dicabit atau di siang dengan kored atau sabit

c. pemupukan
jumlah pupuk yang dibutuhkan dalam satu hektar adalah
• urea = 200 kg
• TSP = 200 kg
• KCI = 150 kg

d. hama dan penyakit
hama yang sering menyerang tanaman cabai rwit adalah sebagai berikut :
- tungau marah
- kutu daun berwarna kuning
- kutu gurem atau thrips

tanda – tanda tanaman terserang
- tanaman berwarna seperti perak
- tanaman tampak pucat
- daun menjadi layu

pengendalian
- cabut tanaman yang terserang berat
- kumpulkan bagian tanaman yang terserang , lalu dibakar

PANEN
Panen merupakan kegiatan yang kita nanti – nanti untuk menikmati jerih payah selama penanaman , produksi cabai rawit hampir sama dengan cabai besar , hanya saja umur cabai rawit lebih lama yaitu 2 – 3 tahun , sehingga produksi cabai rawit lebih tinggi dari pada cabai besar .

Cabai rawit dapat dipanen hijau ( muda ) dan dipanen merah atau sudah masak . bila cabai rawit di panen hijau, cabai kelihatan bernas dan berisi .

Pemanena cabai rawit dapat dilakukan 4 – 7 hari sekaliatau tergantung peda situasi harga pasaran


Cara Budidaya Melon Secara Hidroponik

Cara Budidaya Melon Secara Hidroponik 

Budidaya secara hidropnik merupakan salah satu cara penanaman yang di lakukan tanpa menggunakan media tanah sedikit pun. Dengan melakukan proses penanaman atau pembudidayaan sistem ini akan memberikan keuntungan yang lebih terjangkau di banding dengan membudidayakan dengan seperti biasanya.
1
Keuntungan ini akan memberikan hasil yang baik dan berkualitas bagi tanaman. Dengan memberikan kualitas pada tanaman, akan juga meningkatkan produktivitas buah yang di hasilkan. Selain itu, pemeliharaan tanaman akan lebih mudah dan tidak akan memakan biaya yang cukup mahal untuk melakukan penanaman. Berikut cara membudidayakan melon secara hidroponik.

1. Pemilihan benih

Sebelum melakukan persemaian di lakukan pemilihan benih untuk menghasilkan benih yang berkualitas dan unggulan berupa benih berasal dari indukan berkualitas, benih sudah cukup usia tanam, bebas dari hama dan penyakit, dan pertumbuhan cepat.

2. Persiapan media tanam

Persiapan media tanam dengan media ini sangat penting dan harus lengkap untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas. Persiapannya berupa alat dan bahan yaitu : talang air, torn penampung air, mesin pompa air, timer, stereofom atau gabus dan rangkai penetralisir air.

3. Persiapan tanam

a. persemaian

  • Lakukan persemaian tanaman dengan kapas yang sudah di basahi dan lakukan pelapisan degan kertas koran diatas nampak plastik.
  • Selanjutnya cari lah benih yang sudah disiapkan diatas, dan rendam dengan larutan antonik atau fungisida selama 2-4 jam.
  • Kemudian lakukan persemaian di tempat yang sudah disiapkan tadi, lakukan pemeliharaan atau penyemprotan 2 kali dalam satu hari. Serta jaga kelembapan pada air.
  • Setelah 2-3 hari persemaian, maka akan muncul kecambah kecil. Lalu pindahkan e tempat abu sekam yang lembab agar pertumbuhan lebih cepat. Lakukan pemeliharaan seperti diatas.

b. Penyesuian

  • Lakukan persiapan untuk penyesuaian dengan nampak plastik yang sudah di beri atau sudah di rendam dengan nutrisi sesuai dengan takaran.
  • Kemudian lakukan persemaian kembali hingga 8-10 hari, dan berikan juga nutrisi agar tanaman mudah menyesuaikan lingkungan barunya.

4. Penanaman tanaman

  • Jika tanaman sudah berumur 13-15 hari atau mulai memiliki daun, lakukan pemindahan ke media hidroponik.
  • Pada masa penanaman harus memperhatikan sirkulasi nutrisi yang sudah di atur dengan timer atau waktu yang sudah disiapkan.
  • Dan membuat ajir pada tanaman untuk menyokong tanaman melon, agar tegak dan kuat menyangga buah. Dengan ukuran 1-2 meter atau tergantung dengan pemilik.
  • Setelah itu, lakukan pemeliharaan tanaman dengan memperhatikan air di dalam media, dan lakukan pengontrolan tanaman.

5. Pemeliharaan tanaman

Dalam melakukan pemeliharaan tanaman dengan media hidroponik ini dapat di lakukan dengan cara pemupukan susulan, pengendalian hama dan penyakit dan pengontrolan tanaman. Pemupukan susulan ini di lakukan dengan memberikan nutrisi pada tanaman. Pengendalian hama dan penyakit dapat di lakukan dengan sanitasi kebun atau lahan dan juga penyemprotan jika sudah parah. Sedangkan pengontrolan dapat di lakukan secara teratur pada setiap hatinya kondisi tanaman.

6. Pemanenan tanaman

Pemanen tanaman ini dapat di lakukan 2-3 bulan setelah melakuka penanaman dengan media ini. Pemanen ini dapat di lakukan dengan cara memtik langsung tangkai atau buah, dan juga dapat mengunting tangkai buah. buah  yang sudah matang akan di tandai dengan konidisi buah yang membesar dan juga terjadinya perubahan warna.
 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates